Stock ROM vs Custom ROM (Android)

Apakah ada diantara anda yang bingung dan bertanya pada diri sendiri: “apa saya mending pake Stock (original) ROM Android atau lebih baik pake Custom ROM aja ya?”. Nah, berarti ini posting yang tepat untuk anda baca lebih lanjut hehe. Saya adalah salah satu orang yang pernah bertanya seperti itu dan sudah menjawab pertanyaan ini untuk saya sendiri. Pada intinya adalah pilihlah ROM yang sesuai kebutuhan sendiri. Jadi di posting ini bukan masalah penilaian yang mana lebih baik dari siapa dan sebaliknya. Hanya analisis kecil saya sehingga saya bisa menjawab pertanyaan di atas itu untuk saya. Yuk maree lanjut…

Stock ROM adalah ROM default bawaan pabrikan handphone anda. Tentu ada beberapa kelebihan yang ditawarkan, salah satunya stabilitas. Stock ROM adalah ROM yang sangat hati-hati dalam rilisnya yang melewati berbagai percobaan dan lab oleh pembuatnya sebelum benar-benar di rilis ke publik, sementara itu Custom ROM adalah ROM turunan dari Stock ROM, yang cenderung cepat dalam rilisnya. Sampai-sampai ada developer Custom ROM yang memberikan istilah “nightly” untuk ROM yang masih tahap coba-coba, “RC (Release Candidate)” untuk ROM yang hampir stabil, serta “stable” untuk ROM yang dinilai sudah hampir sama kestabilannya jika dibandingkan dengan ROM induknya (Stock ROM). Perbedaan lain antara Stock dan Custom ROM bisa searching aja di Google seperti judul posting ini, ada banyak yang menjabarkan secara gamblang kok bahkan plus kekurangan masing-masing ROM, jadi gak usah di repost lagi di blog ini heheh.

Yang ingin saya titik beratkan di posting ini bukan masalah perbedaan keduanya, tetapi lebih kepada kenapa akhirnya saya memilih Stock ROM ketimbang menggunakan Custom ROM. Wah para maniak Custom ROM jangan tersinggung dulu.. ga ada yang salah dengan Custom ROM karena salah-atau-benar memilih ROM android tergantung kebutuhan kita masing-masing ya! Hahaha.. Jadi ini beberapa alasan dari saya untuk saya:

  1. Ternyata saya gak suka/jarang maen game. Dan setelah sekian lama berandroid, statistik membuktikan aplikasi yang sering saya pakai hanya whatsapp, ym, gtalk, email, dan instagram. Eh, aplikasi social media seperti Facebook dan Twitter malah sama sekali gak disentuh jadi saya uninstall hahaha… Intinya sama sekali gak butuh fitur tuning-up/tweaking/overclock built-in yang ada di beberapa Custom ROM.. secara tu aplikasi-aplikasi yang sering saya pake gak terlalu banyak menghabiskan resource heheh… karena ada dampak dari hardware yang di tune-up yaitu mengakibatkan speed dan performance Custom ROM lebih kenceng sehingga penggunaan daya dari batere tentu jadi bertambah pada buntut-buntutnya sih battery-live handphone malah jadi lebih pendek. Padahal dengan setting clock yang wajar pada Stock ROM saja sudah cukup buat saya pribadi yaa…
  2. Lebih stabil, aman, dan… trusted. Ya iyala.. karena ini adalah ROM dari pabriknya yang sudah melewati masa percobaan sebelum dirilis dan pada akhirnya ter-install di handphone saya ini. Bagi Custom ROM, yang penting pastikan developernya adalah developer yang terpercayahhh..
  3. Saya tipe yang tidak terlalu peduli sama keindahan user interface A dan B, blablabla..
  4. Males ganti ROM. Nah, ini dia alesan yang paling dasar sepertinya hahaha. Pindah ROM itu berarti saya akan “mematikan” (downtime) handphone untuk waktu yang cukup lama, sedangkan saya gak punya handphone cadangan (alibi wkwkwk). Reset Stock ROM ke factory default aja yang cuma hapus partisi /data dan /cache sudah bikin handphone downtime 1 jam-an untuk instal lagi aplikasi ini-itu. Diperkuat lagi kebutuhan penggunaan handphone saya yang seperti anda sudah ketahui, hanya untuk beberapa aplikasi yang baik-baik saja running di Stock ROM itu, makin males deh ganti ROM hahaha..
  5. Agak OOT tapi disambung-sambungin.. saya pengguna Linux Slackware yang punya prinsip “Keep It Default” dan sudah terdoktrin dengan hal tsb hahahay. Slackware mungkin satu dari sedikit distro Linux yang masih menggunakan kernel vanilla (default kernel dari http://kernel.org). Seluruh orang bisa download kernel dari kernel.org dan menggunakannya untuk Slackware-nya, tidak dibutuhkan patch dari distro. Tidak hanya kernelnya, bahkan aplikasi yang diinclude distro ini juga default dari pembuatnya. Katakanlah firefox di Slackware, benar-benar package firefox dari Mozilla.org tanpa ada sedikitpun yang ditambah atau kurangi oleh developer Slackware. Prinsip “slack” atau “longgar”, sehingga yang harus “mengencangkan” adalah user Slackware-nya masing-masing hahah.. Ok, kembali ke topik Android..
  6. Ada beberapa Custom ROM untuk handphone Galaxy Ace saya dimana ROM-nya konon katanya adalah turunan Android 4.0.x a.k.a Ice Cream Sandwich. Begitu diperhatikan, kernel Linux-nya masih 2.6.35 atau kernel-base dari Android 2.3.6 (Gingerbread). Wah.. kecewa nih.. pasti ini masih turunan arsitektur system Gingerbread. Jangan-jangan yang dimaksud ICSnya hanya “theme” atau “feels like ICS” saja. Perlu diketahui, system ICS-based menggunakan Linux kernel 3.0 sehingga bagi pengguna Custom ROM yang mendapati kernelnya masih 2.6.35, dapat dipastikan itu bukan murni arsitektur system ICS atau bahkan bisa jadi itu hanya theme ICS saja..
Untuk poin 6 tersebut, bahkan kita bisa dengan mudahnya mengganti informasi build version ROM jika anda mau. Seluruh informasi build version system disimpan pada file “build.prop”. Tinggal edit bagian “ro.build.display.id” untuk mengganti build number handphone. FYI, build number default Stock ROM Galaxy Ace Gingerbread ketika post ini dibuat: “GINGERBREAD.DXKT5“. Tinggal ganti value tersebut dengan “ICS.DXLP7” misalnya, sehingga Custom ROM terlihat seperti turunan ICS official. Kemudian bisa juga di edit bagian “ro.build.version.release” yang tadinya berisi “2.3.6” diganti jadi “4.0.1“. Masih banyak properti yang bisa dimanipulasi pada file build.prop. Setelah properti tsb di manipulasi, tinggal install UI theme ICS dari market. Dan apakah orang lain bisa percaya itu ICS? Ya, sangat mungkin percaya. Untuk inspeksinya sangat mudah. Tinggal ketikkan command “uname -r” sebenarnya… Jika yang keluar di outputnya kernel release 2.6.35, dapat dipastikan Custom ROM tsb masih turunan Gingerbread.

Oh ya, cara mengganti properti pada file build.prop secara tidak langsung sudah pernah saya post di blog ini. Jadi untuk mengganti properti tsb di atas, tinggal ketikkan command di bawah ini sebagai root:

#setprop[spasi]nama_properti[spasi]value

#setprop ro.build.display.id ICS.DXLP7

#setprop ro.build.version.release 4.0.1

Hal terakhir di atas itu mungkin yang membuat saya semakin males pake Custom ROM. Kecuali satu hal mungkin yang bisa membuat saya pindah ROM.. Karena ICS secara official ternyata tidak akan di release untuk Galaxy Ace saya. Tapi sejauh yang saya tau, Custom ROM Galaxy Ace yang murni turunan ICS masih belum support di beberapa fungsi diantaranya radio dan kamera. Masih menunggu orang-orang hebat itu untuk mengembangkan ROM nya hehe…

Posting ini no offense, hanya beberapa alasan kenapa pada akhirnya saya lebih memilih Stock ROM. Selamat memilih! 🙂

19 thoughts on “Stock ROM vs Custom ROM (Android)

  1. Pingback: Ngoprek Android
  2. Setujuh kakaa ama poin 2 …buat end user yg pastinya cuma butuh fungsi komunikasi & online internet udah sangat cukup pake stock bawaan pabrik HH masing2, selain stabilitas…kualitas beberapa fungsi ada yg ga sebaik stock punya, kayak OptOne punya saya yg kualitas output gambar app Camera stock-nya lebih bagus ketimbang CM punya.
    Kalo masalah tampilan dan feel ICS mah bisa diakalin dari launcher atau theme kaya Holo Launcher.
    Intinya, drive your HH as you need…and don’t let your HH drive you ( like Berry has =)) )

  3. untuk alasan no. 4, bukankah bisa dengan CWM Recovery yang tanpa harus install2 aplikasi?
    but its your choice.. sok atuh..

    nuhun

  4. Terima kasih atas share nya… jadi bahan masukan buat saya yg baru masuk ke dunia android dgn Nexian A895 Cosmo…

  5. bagus..
    suka banget ma pendiri an nya bang..
    cuman klo bwat aq sndiri emng suka “utek-utek” jd hobi..
    aplagi klo da yang baru..
    salut jg ma developer2 yg suka berkreasi..
    wlo pun banyak maksa nya!
    hahaha!

  6. makasih pencerahannya gan.. tadinya mau pasang cosrom ICS buat ace ane.. hahaha ane setuju dengan point yang no 6..
    banyak cosrom ICS yang masih pake kernel 2.6.xx bukan 3.0..

    mantap deh pake slackware.. saya pernah pake tapi baru sebulan sudah mental.. gak kuat susahnya (bagi newbi) akhirnya pake ubuntu.. hehe

  7. mas, mohon bantuannya android status HARDBRICK saya mangunakan smartphone lokal Visio v128, terima kasih.

  8. Mas Admin, Khasus Hardbrick pada Visio V128 (lokal Punya), mengedit scribd pada system, awal nya bootloop skrg nyala pun udh g bisa, thank ats balesannya??

  9. Kalo yg dimaksud Visio Note mungkin ya? Belum pernah oprek sih, tapi bisa dicoba kalo di-charge masih bisa charging it’s OK. Tapi kalo di-charge ga ada tanda2 charging, sepertinya masalah hardware dan harus ke service center. Kalo masih bisa charging, diamkan dulu sampai daya cukup. Biasanya ada mode recovery bawaan, bisa factory reset dari mode tersebut.

  10. costum rom itu luar biasa… Oppo bahkan gandeng cyanogenmod untuk rilis os android. Bukankah itu membuktikan kemampuan costum rom setara stok rom.

  11. Gw sih setuju ama mas admin, pake smartphone sesuai kebutuhan. Tp, secara pribadi sih, gw maniak banget kalo soal mengoprek. Sampe2 pernah ngalamin hardbrick zenfone 5 ane gara2 masukin script kernel kreasi sendiri, akhirx “dia” pun matot (sekarang dah almarhum). Dan sekarang beralih ke xiaomi redmi 2, dan penyakit gue belum ilang, masih maniak ngoprek systemnya. Tp dengan sedikit pengalaman dari sebelumx. Buat android user, jangan ikuti langkah saya, kecuali kalo memang agan2 itu adalah seorang maniak oprekers.

  12. Agan. Hh su z1 c6903 5.1.1. Tidak bisa menerima panggilan dan sms. Status pada informasi sim layanan suara hanya panggilam darurat saja. Padahal sinyal penuh klw menelpon ke luar tdk ada masalah. Tlg pencerahan nya donk para suhu2 xperia. Trims

  13. gan hp saya bootlop, merk hp polytron wizard quadra w6500, saya ingin flash ulang tapi tidak ada pengembang ROM nya, mohon sulusinya gan….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *