Android Time Sync

Hargai waktu walau hanya satu detik. Jangan sampai clock time gadget kita tertinggal walau hanya satu detik saja dengan waktu yang sebenarnya. Satu detik itu terbukti sangat berharga. Jeda satu detik itu lebih dari cukup untuk Rambo yang terpeleset dari tebing untuk refleks memegang pijakan di tebing -halah. Jeda 2 detik juga lebih dari cukup untuk saya ngambil pulpen di atas meja. Jeda 5 detik sudah bisa membuat gol di lapangan sepak bola. Wahh pokoknya hargai waktu walau hanya satu detik heheh. Waktu saya kecil, salah satu cara sinkron waktu adalah menunggu berita malam TVRI dengan jingle andalannya setiap malam itu. Ya, disitu kita bisa liat waktu presisi sampai detiknya untuk dicocokkan ke jam di rumah heheheh.

Menurut ilmu fisikanya, 1 detik adalah durasi selama 9.192.631.770 kali periode radiasi yang berkaitan dengan transisi dari dua tingkat hyperfine dalam keadaan ground state dari atom cesium-133 pada suhu nol kelvin (-Wikipedia).

Animasi 1 Kedip per Detik
Animasi 1 Kedip per Detik

Continue reading “Android Time Sync”

Membuat Trojan dan Memahami Cara Kerjanya

Mari kita membuat trojan. Oh ya, ini full tutorial untuk ilmu semata, jika disalahgunakan saya tidak akan bertanggung jawab. Orang bijak tidak bajak. Bagi yang belum tau apa itu trojan, silakan baca teori trojan yang sangat bagus dan detail di ezine ini. Di kesempatan kali ini, kita akan belajar membuat dan memahami cara kerjanya. Untuk memulai tutorial ini, diharapkan pembaca sudah memiliki program Metasploit Framework yang akan selalu digunakan pada tutorial kali ini. Sebagai catatan, host pemilik trojan dan penyerang akan diperankan oleh (halah kayak pentas drama aja hahah) mesin Linux Slackware dengan IP address 10.100.254.213, sedangkan korban trojan akan diperankan oleh Windows 7 Ultimate dengan IP address 10.100.239.225.

Continue reading “Membuat Trojan dan Memahami Cara Kerjanya”

Monopoli Bandwidth dengan Linux (Tricky Way), Cekek Saja yang Lain…

Ini bukan cara baru tapi lanjutan dari kisah di posting dahulu. Problem yang akan di solve di posting ini adalah mendiskonek rekan-rekan kita dari gateway sehingga hanya kita yang mengakses internet, a.k.a bandwidth bisa sepenuhnya milik kita. Di kisah nyata ini (haha) saya pakai linux. Prinsip kerjanya yaitu nyasarin frame ethernet milik rekan kita sehingga frame ethernetnya gak akan pernah sampai ke gateway (gerbang paket dari dan ke internet). Ini salah satu cara saja, masih banyak jalan ke Roma. Kalau dengan cara ini, secara layer 1 (fisik) kabel rekan kita tentu saja tercolok. Tetapi tidak di layer 2 nya. Untuk menguasai bandwidth, masih ada cara bentrokin IP (layer 3), kill koneksi TCP (layer 4), maenin QoS (layer 7), dst… WARNING! Segala tindakan yang dilakukan setelah melakukan tindakan ini adalah ditanggung pembaca, penulis hanya membagi kisah nyata ini dan toolnya saja haha.

Continue reading “Monopoli Bandwidth dengan Linux (Tricky Way), Cekek Saja yang Lain…”

Problem WiFi Error pada Samsung Android

Karena opsi WiFi pada handphone saya selalu default dalam keadaan mati alias saya hanya menyalakan wifi ketika dibutuhkan, maka ada saat-saat dimana saya akan mengaktifkan wifi. Nah, pada hari ini adalah genap 100 kali (lebay hahah) saya mengalami Wifi tidak bisa UP atau gak bisa nyala. Selama ini jika terjadi seperti itu saya selalu restart handphone untuk mengatasi masalah ini.

Continue reading “Problem WiFi Error pada Samsung Android”

Read-only HTML Form Trick

Ternyata di blog ini belum ada posting tentang trik klasik meng-overwrite input yang read only hmmm. Setelah lama gak kejadian sama saya, akhirnya liat lagi form seperti ini… terus terbesit untuk nulis di blog (lagi rajin-rajin nya nambah postingan, karena menulis itu sehat katanya haha). Trik ini memanfaatkan informasi pada HTML DOM (Document Object Model) untuk mengakses tiap elemen pada halaman HTML. Oke mari kita lihat hasil iseng nya hahah..

Continue reading “Read-only HTML Form Trick”

Mount File System Read-Write

Ada beberapa mount point pada device android yang dibuat “ro” a.k.a read-only sehingga ketika kita mencoba melakukan percobaan writing files (baik itu membuat, me-rename, atau mengubah file) akan mendapat pesan error: failed to copy ‘blabla’ to ‘/system/xbin/blabla’: Permission denied, padahal sudah root hehe. Sebenarnya ini hanya karena kita belum mengaktifkan “rw” a.k.a read-write pada mount pointnya. Untuk memecahkan masalah ini, berikut solusinya. Android is a Linux, jadi berdayakan command “mount” pada perintah dasar linux hehe.

Continue reading “Mount File System Read-Write”

Cara Mudah Upgrade Android

Baru saja habis mengupgrade handphone Samsung Galaxy Ace punya temen dengan cara yang sangat mudah bahkan tanpa menggunakan Samsung KIES. Saya tulis disini sebagai catatan kecil saja dan sebagai informasi kepada pembaca sekalian yang mungkin tidak/belum sadar ternyata ada fitur tersebut di handphone kita (juga buat nambah-nambah posting di blog heheh)… Syarat agar pembaca sekalian bisa “nyambung” dengan blog ini adalah: tentu saja memiliki handphone Samsung dengan U.I. Touchwiz-nya, menggunakan Stock ROM Gingerbread  (ROM Gingerbread bawaan Samsung -kalau masih Froyo abaikan posting ini, silahkan ke sini dulu untuk upgrade ke Gingerbread-), serta satu syarat lagi… memiliki alamat email. Untuk yang menggunakan Custom ROM, diluar posting blog ini. Tapi tidak menutup kemungkinan fitur upgrade ke versi terbaru yang mirip dengan ini tersedia juga di Custom ROM-nya.. silahkan ulik-ulik sendiri hehe.

Continue reading “Cara Mudah Upgrade Android”

Buffer Overflow dan Root Shell

Dengan teknik buffer overflow bisa terjadi efek domino atau efek lanjutan yang bisa jauh lebih berbahaya. Di salah satu posting blog ini telah dijelaskan bagaimana cara memanfaatkan vulnerability sebuah program dan pada akhirnya bisa menghasilkan sebuah shell. Pada posting kali ini akan dijelaskan salah satu spot menarik untuk kita mendapatkan shell root, bukan sekedar shell user dengan privilege terbatas.

Continue reading “Buffer Overflow dan Root Shell”

Buffer Overflow (Very) Basic Example

Sepertinya kurang lengkap kemarin saya nulis artikel tentang membuat shellcode tanpa tau bigimana manfaatin shellcodenya hehe. Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan contoh real bagaimana manfaatin shellcode itu dengan memanfaatkan bug sebuah program. Untuk teori buffer overflownya tidak akan dijelaskan secara detail lagi disini, rencananya saya cuma pengen nulis dan capture hasil nya aja tanpa basa basi heheh. Jadi diharapkan pembaca sudah mengetahui pembagian (segmentasi) memori, register-register processor, dan shellcode. Baiklah kita mulai saja men-demokan apa kah itu buffer overflow…

Continue reading “Buffer Overflow (Very) Basic Example”

Bermain Shellcode

Oke di postingan kali ini, mari kita sedikit review tentang apa itu shellcode dan kenapa formatnya aneh gak terbaca seperti itu (ini contoh potongan shellcode: \xeb\x19\x31\xc0). Gara-gara ngebuka halaman shellcode exploit-db jadi kepikiran untuk ngebuat postingan ini hehe. Nah sebenarnya apa itu shellcode dan kenapa format stringnya geje seperti itu akan dibahas secara gamblang ala saya disini haha. Gak usah takut bacanya, karena penulis bahasanya sangat tidak formil jadi mestinya bisa mudah dimengerti ahahah…

Continue reading “Bermain Shellcode”