Computer Networking (Topology Edition)

Setelah kita mengetahui jobdesc tiap-tiap protokol di tiap layer dari posting-posting sebelumnya, sekarang mari kita belajar mendesign topologi jaringan sederhana sebelum mendesign jaringan yang lebih kompleks seperti di artikel saya yang lain. Untuk contoh kali ini, kita menggunakan topologi standar untuk belajar, yaitu menggunakan Ehternet, topologi star, hehehe…

Ceritanya kita mendesign suatu ruangan yang terdiri dari 3 komputer. Apa yang kita butuhkan untuk membuat mereka semua bisa saling terkoneksi di jaringan? Dan apa yang kita butuhkan untuk membuat mereka semua bisa saling terkoneksi dengan jaringan lain?

Setelah anda mengetahui pengklasifikasian jaringan dari posting saya yang lalu, mari kita membagi kebutuhan untuk contoh kasus kali ini:

Network-Device: 3 buah komputer

Network-Communication-Device: 1 buah Hub

Network-Medium: 3 buah Kabel UTP yang ujungnya di cremp dengan konektor RJ-(Registered Jack)-45. Dengan implementasi straight, karena untuk PC ke Hub.

Network-Interface-Card: 3 buah LAN Card / Ethernet Card

Network-Operating-System: 3 Sistem Operasi yang kernelnya mendukung protokol komunikasi TCP/IP

Dan kita pasang deh… yak.. jadi! Gambarnya seperti ini:

Topologi LAN Lab Warkop
Topologi LAN Lab Warkop

Mungkin ada pertanyaan dalam hati… Kenapa sih IP jaringan lokal biasanya berawalan 192.x.x.x atau 10.x.x.x? Hm… itu ada ketentuannya dari RFC… jadi ada alamat IP yang dialokasikan untuk kebutuhan tertentu. Seperti 192.x.x.x digunakan untuk jaringan lokal. IP 127.x.x.x digunakan untuk menunjuk host itu sendiri (loopback). Coba aja ketika komputer anda sedang mode STANDALONE, lakukan perintah “ping 127.65.32.23” (ngasal masukinnya, tepi mestinya ngefek hehe)… dijamin tetep ada reply. (Soalnya itu emang nge-ping ke diri sendiri.. hehe)

Untuk subnet, IP 192.x.x.x adalah termasuk IP kelas C. Apaan itu kelas IP?? Yah, lagi-lagi ini masalah standarisasi. TIPS: Untuk tau lebih jauh aturan-aturan di jaringan, browsing2 aja ya.. hehe.. Ga usah panik atau bingung.. Ikutin aja.. hihi.. IP kelas C mempunya default mask 255.255.255.0 yang berarti seluruh host yang ada di IP itu selama masih berada di network 192.168.0.X berarti masih dalam satu jaringan atau satu subnet.

Saya membuat konfigurasi tiap NetDevice seperti ini. Dan seharusnya, ini sudah membuat mereka berhasil saling berkomunikasi. Misalnya Dono melakukan “ping” ke Kasino. Mestinya ini sudah ada reply:

[email protected]:~$ ping 192.168.0.2
PING 192.168.0.2 56(84) bytes of data.
64 bytes from 192.168.0.2: icmp_seq=1 ttl=64 time=0.040 ms
64 bytes from 127.168.0.2: icmp_seq=2 ttl=64 time=0.031 ms
^C
--- 192.168.0.2 ping statistics ---
2 packets transmitted, 2 received, 0% packet loss, time 3001ms

Sekarang bagaimana caranya agar Dono, Kasino, Indro, bisa internet-an? Caranya adalah dengan ditambahkan Router. Syaratnya, Router harus memiliki 2 interface card. Yang interface satu mutlak harus Ethernet Card yang sama dengan jaringan ini. Terus yang interface dua mutlak harus sama dengan Card jaringan eksternalnya… Begitu pula IP address nya.. IP address untuk interface satu harus sama dengan net/subnet jaringan ini, kemudian IP address untuk interface dua harus sama dengan net/subnet jaringan eksternalnya… Bingung? Hehe.. langsung aja nih, pake gambar…

Topologi LAN 2 Lab
Topologi LAN 2 Lab

Biar gampang, contoh interface untuk router tersebut dibuat sama2 pake Ethernet Card… hehe.. baik itu untuk interface 1 (m0) atau untuk interface 2 (m1). Mungkin digambar itu ada yang belum saya masukin… Yaitu Routing table. Padahal ini penting untuk Router… Hehe.. Yap, ini dia routing tablenya:

Source Network from… to Destination Network… via Interface…
192.168.0.X 10.X.X.X m1
10.X.X.X 192.168.0.X m0

Dengan design seperti ini, mestinya anda sudah berhasil membuat para pengguna Lab Warkop (eh.. maksudnya PC-PC Dono, Kasino, Indro) yang sudah bisa terhubung dengan Lab Bikin Bottom (eh.. maksudnya PC-PC Spongebob & Patrick). Untuk mengecek koneksi, coba aja ping dari PC Dono misalnya, ke komputer Patrick (10.41.251.23)

[email protected]:~$ ping  10.41.251.23

Oh, perlu dicatat… PC Dono, Kasino, dan Indro untuk contoh kasus ini semuanya udah di set tuh, Default Gateway nya… Default Gateway untuk apa sih? Default Gateway adalah alamat IP yang menjadi “rujukan” jika IP tersebut ketika di proses dengan subnetmask ternyata di dapat IP yang tidak satu network/satu subnet dengan PC yang melakukan proses itu. Jadi, dari contoh di atas, ketika PC Dono melakukan perintah: ping 10.41.251.23 sebenarnya yang dilakukan Dono sebelum ping komputer Patrick adalah (step by step):

  • Mengekstrak alamat IP tujuan dengan subnetmask Dono (255.255.255.0). Sehingga didapatkan sebagai berikut: 10.41.251.23 AND 255.255.255.0=> didapatkan network tujuan adalah 10.41.251.X
  • PC Dono bingung dweh: “10.41.251.X tu jaringannya siape?! Gue cuma tau jaringan 192.168.0.X cuy, karena kalo IP gue di AND dengan subnetmask gue, dapetnya 192.168.0.X ntu… Lah, jadi ini alamat sape??kata Dono… akhirnya dia ngecek, apakah settingan di komputer Dono (dirinya) ada Default Gateway atau tidak…
  • Eh ternyata ada settingan untuk Default Gateway (untung tadi Anda masukin.. hehe)
  • Terusin aja paket ping ICMP-nya ke Default Gateway itu.. Yang alamatnya ada di 192.168.0.100…
  • Paket sampai di router nih.. Router Supermen kemudian menerima dan membaca header packet.. Ini paket dari mana mo ditujuin ke siapa… Oo.. si Dono 192.168.0.1 mau ke Patrick 10.41.251.23
  • Router lalu melakukan proses terhadap network address itu dengan konfigurasi yang diberikan pada dirinya: 10.41.251.23 AND 255.0.0.0 ==> didapatkan network tujuan adalah 10.X.X.X
  • Setelah itu router membaca routing table yang saya bilang tadi ntu… Ada entry ke network 10.X.X.X gak? Kalo ada lewat mana? Ada! Lewat interface m1…
  • Dari interface m1 diputuskan deh, bahwa ternyata alamat IP m1 dan subnet nya sama dengan alamat IP dan subnet tujuan. Berarti ini Direct Delivery (ga disuru lewat router lagi.. atau lewatin gateway lagi.. gitu..)
  • Udah deh.. paket ping request nyampe ke Patrick
  • Patrick siap ngebales dengan ping reply….
  • Patrick mengekstrak IP tujuan (IP si Dono).. Dia bingung, 192.168.0.0 tu jaringan siapa? Dia cuma tau jaringan 10.0.0.0… jadi dia ngasi aja ke Default Gateway nya dia…
  • dan seterusnya hehehehe…

Nah, sampai sini kita sudah bisa implementasi internet (interconnect-network). Sekarang bagaimana kalau kita pengen dapet koneksi ke Internet nya nih?? Pake aja modem atau “alat” yang anda dapatkan dari Internet Service Provider / ISP (hehehe…)

Terus koneksikan modem dengan router… Pasang Default Gateway router dengan Gateway yang PASTI dikasih oleh ISP kepada modem anda… Kalo pake gambar jadi gini deh…

Topologi LAN dengan Koneksi Luar
Topologi LAN dengan Koneksi Luar

Routing table Router anda jadi nambah satu entry dweh…

Source Network from… to Destination Network… via Interface…
192.168.0.X 10.X.X.X m1
10.X.X.X 192.168.0.X m0
X.X.X.X (apapun) X.X.X.X p0

Kenapa gateway ISP kita bisa menjawab IP apapun? Emang gateway ISP tau banyak network? (routing tablenya udah buanyaakk??!) Pertanyaan yang kritis.. hehehe.. Sebenarnya, kalaupun kita mengirim paket ke host tertentu, contoh IP tujuan adalah 65.121.123.232 dari Dono:

  • Pertama, kata PC Dono, ini bukan jaringannya. Jadi kirim aja ke default routernya dia… alias si Supermen…
  • Supermen menerima dan membaca header tujuan Dono adalah 65.121.123.232… di ekstrak, trus dicek di routing table, ternyata bukan di kedua jaringannya. Ya udah terusin ke default gateway supermen (IP Gateway ISP)
  • IP gateway ISP nerima dan membaca header tujuan adalah 65.121.123.232… di ekstrak sesuai konfigurasi subnetmask jaringan sono, trus dicek di routing table, kalo masih belum ada, ya terusin lagi ke default gatewaynya dia..
  • Begitu seterusnya sampai dapat… Ok? Paha? Eh… paham??

Salut buat protokol TCP/IP… Dengan TCP/IP, tak perduli lagi apakah

  • Dono pake GNU/Linux…
  • Kasino pake Microsoft Windows…
  • Indro pake Apple Macintosh…
  • Supermen pake CISCO IOS…
  • Spongebob pake FreeBSD…
  • Patrick pake OpenSolaris…

Yang penting koneeekkk… hahahaha…

11 thoughts on “Computer Networking (Topology Edition)

  1. ini kan gambaran traffik layer 2 dan 3 nya.. kalau DNS pasti akan ada biar semua host2 tsb bisa resolv nama domain jadi alamat IP. letak dns server terserah mau di jaringan ini atau diluar (internet) tapi berarti harus ke gateway untuk reach dns servernya.
    yap, kalau dhcp, alamat ip, subnet, default gateway dan dns di set di dhcp server..

  2. bacanya puyeng mahaminya juga tambah puyeng..hehehe tapi thnks gan coba tak pahami ulang siapa tau tambah pusing,,heheh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *