Digital Forensic, Menggali Informasi yang Ada di Memory dengan Volatility

Agar sebuah sistem operasi (OS) dapat bekerja, salah satu mekanisme yang diperlukan adalah adanya proses service/program yang mendukung running nya sebuah OS yang disimpan di memori. Data/informasi yang ada di memori dalam istilah forensik termasuk data volatile, yang berarti informasi tersebut tidak akan permanen berada di memori, tidak seperti data yang disimpan di HDD dan USB drive. Yang termasuk data volatil misalnya process yang sedang running, koneksi yang sedang berlangsung, jumlah memori yang digunakan saat ini, file yang sedang diakses oleh sebuah program saat itu, DLL yang diload oleh sebuah process, dsb. Data-data yang saya sebutkan ini akan hilang & tidak valid lagi jika komputer saya restart dan memori di flush ulang saat proses boot (listrik mati/tidak ada arus listrik sementara).

Continue reading “Digital Forensic, Menggali Informasi yang Ada di Memory dengan Volatility”

Web Hacking Tutorial & Lab (Do It Yourself!)

Di kesempatan lalu, saya pernah posting di blog ini tentang tutorial Hacking Anatomy (Plus Real Hacking Example). Untuk kesempatan kali ini saya akan posting studi kasus security hole di layer aplikasi yang dapat berimplikasi terhadap keamanan OS server nya. Sudah berapa lama ingin posting di blog tentang lanjutan cerita exploitasi, tapi selalu saja tidak sempat hahaha. Jadi, jika posting tutorial sebelumnya lebih ke exploitasi bug pada server, sekarang saatnya explorasi di layer aplikasi hehehe.

Continue reading “Web Hacking Tutorial & Lab (Do It Yourself!)”

Linux DNS Bind RPZ (Response Policy Zone)

Saat ini semakin banyak malware yang melakukan penetrasi hingga bisa menginfeksi sistem dengan cara yang advanced dan evasif. Sudah bukan hal baru lagi malware yang melakukan infeksi sistem secara terpecah-pecah (batch) agar lolos dari signature anti virus. Umumnya dengan Dropper atau Downloader yaitu sebuah binary kecil yang kemudian akan melakukan download part virus/malware lainnya hingga pada akhirnya dapat menjadi 1 binary malware yang utuh dan berfungsi maksimal. Untuk download part-part tersebut, diperlukan koneksi ke C&C (command and control) server pembuat malwarenya, dengan connect ke suatu domain tertentu.

Continue reading “Linux DNS Bind RPZ (Response Policy Zone)”

Indonesia Tanpa Google?

Saya semalam browsing-browsing ringan buka situs detik, dan kaget membaca sebuah headline berita terkait keinginan suatu organisasi untuk push Indonesia mengeluarkan kebijakan memblokir layanan Google dan Youtube karena banyak mengandung konten pornografi, katanya… Spontan saya tertawa dan jadi “hiboeran rakjat” malem-malem. Mungkin ini baru wacana tetapi ide “gila” ini tentu saja bakal outstanding bagi kalangan IT enthusiast seperti saya.

Continue reading “Indonesia Tanpa Google?”

Melawan Spoof dan SPAM dengan SPF (Sender Policy Framework)

Dalam konteks keamanan informasi dari perspektif penyerang, seorang hacker pasti akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan “si target”-nya (baca juga postingan: Hacking Anatomy). Untuk skenario khusus pada si target, katakanlah prosedur keamanan si target yang sudah comply dengan standar keamanan, teknologi keamanan perimeter (misalnya: firewall, IPS, antivirus) yang berlapis, maka salah satu celah keamanan yang bisa dimanfaatkan hacker adalah “the weakest chain in information security”, yaitu manusia.

Continue reading “Melawan Spoof dan SPAM dengan SPF (Sender Policy Framework)”

Sony Pictures Hack (Brief Technical Analysis)

Beberapa waktu lalu saya sempat melakukan presentasi tentang kemungkinan cara Sony Pictures di-hack. Presentasi ini saya buat berdasarkan fakta berita yang sudah saya research dan gali di internet dan tinggal dituangkan ke dalam presentasi MS Power Point dilengkapi dengan animasi attack flow-nya. Setelah presentasi itu selesai, saya kepikiran untuk share aja filenya untuk pengetahuan bersama. Silahkan diunduh dan diambil hikmahnya dari kejadian Sony Pictures Entertainment kemarin hehe. Semoga bermanfaat. Keep aware of upcoming internet threat, hehe…

Continue reading “Sony Pictures Hack (Brief Technical Analysis)”

Bahaya dari Shellshock Bash Bug

Tanggal 24 September kemarin menjadi tanggal yang akan dikenang (halah) praktisi IT Security. Karena dilaporkannya bug pada bash (pada akhirnya disebut “shellshock”) yang efeknya lebih berbahaya daripada isu Heartbleed yang lalu. Saya juga setuju dengan pendapat yang mengatakan bug ini lebih berbahaya. Bandingkan saja, kalau Heartbleed kemarin hanya rentan di versi OpenSSL tertentu dan informasi yang diexpose nya adalah “mentahan” dump memory yang notebene harus digali-gali lagi. Sedangkan bug pada bash ini, rentan untuk semua OS yang menggunakan shell Bash (Bourne Again Shell) dan (hampir semua) network services pada server memanfaatkan bash untuk mengeksekusi command backend, jadi yang bisa kita dapatkan adalah RCE/remote command execution! Ya, istilah lain buat bug ini: backdoor massal deh hahaha. Bayangkan saja lebih dari 70% host di internet menggunakan OS *nix yang shell nya menggunakan bash. Kalau di scoring 10/10 deh ini hahah.. Okedeh, pada kesempatan kali ini saya akan menulis cerita saya ketika mendapat info bug ini dan melakukan Proof of Conceptnya. Yuk mari…

Continue reading “Bahaya dari Shellshock Bash Bug”

Slackware 13.37 dengan Linux Kernel 3.13.37

Di posting ringan ini, saya hanya ingin berbagi cerita ketika linux merelease kernel baru versi 3.13.x (pada waktu itu). Sebelumnya, saya sempat terpikirkan, Slackware 13.37 saya ini sepertinya bakal “klop” kalau dijalankan di atas kernel 3.13.37. Hahaha.. ini nomer cantik. Bagi yang belum tau kenapa 1337 atau 31337 adalah nomer cantik, dalam dunia IT-underground, 31337 dibaca eleet (melambangkan hacker elit yang terhormat -red). Begitu pula dengan 1337, leet, plesetan dari eleet. Tetapi ternyata kenel 3.13.x tidak sampai sublevel 37 jadi terpaksa saya akal-akalin hehehe.

Continue reading “Slackware 13.37 dengan Linux Kernel 3.13.37”

Install Google Chrome di Slackware 13.37

Sebenarnya ga ada yang spesial dari instalasi browser andalan google ini pada Slackware 13.37. Hanya saja, karena versi Google Chrome yang disupport Slackware 13.37 paling mentok di versi 20, ketika saya “paksa” upgrade ke versi terbaru (pada saat tulisan ini dibuat Chrome terbaru adalah versi 34 -red) aplikasi tidak dapat run karena membutuhkan Glibc versi terbaru. Pada Slackware 13.37, modul glibc mentok untuk GLIBCXX_3.4.14, sedangkan Chrome terbaru membutuhkan GLIBCXX_3.4.15. Saya kekeuh hanya ingin menggunakan Chrome versi terbaru sehingga saya melakukan langkah-langkah pada postingan ini agar Chrome 34 yang seharusnya hanya jalan di Slackware 14.x bisa jalan di Slackware 13.37. Kenapa saya kekeuh tetap hanya ingin menjalankan Chrome versi terbaru itu? Silakan baca post berikut ini hahaha…

Continue reading “Install Google Chrome di Slackware 13.37”

Heartbleed, Temuan Vulnerability “Heartbeat” pada OpenSSL

Pekan ini menjadi salah satu pekan yang bersejarah di jagat internet (hahah), setelah ditemukannya celah keamanan extension heartbeat pada OpenSSL, kemudian bug tersebut disebut dengan istilah “Heartbleed“. OpenSSL adalah engine SSL yang dipergunakan luas oleh webserver di internet. Sebut saja webserver Apache, Nginx, dll rata-rata dalam melakukan enkripsi menggunakan OpenSSL, sebuah engine SSL versi Open Source. Menurut netcraft, setengah juta-an trusted websites vulnerable terhadap bug heartbleed. Akibat temuan vulnerability ini, sudah pasti akan ada “patch massal” pada website-website di jagat internet.

Continue reading “Heartbleed, Temuan Vulnerability “Heartbeat” pada OpenSSL”