Membuat Kalkulator Sederhana Menggunakan PHP Bagian 2

Sebelumnya, saya telah menuliskan beberapa baris kode PHP. Kode-kode PHP tersebut merepresentasikan logika pemrograman dari kemungkinan case atau skenario yang akan terjadi.

Nah, saya menggunakan algoritma switch-case untuk membuat algoritma kalkulator sederhana. Sebenarnya, saya juga dapat menggunakan algoritma if-else, namun algoritma switch-case dirasa lebih efisien atau mangkus. Mengapa? Saya akan coba jelaskan.

  • Algoritma IF-ELSE. Algoritma ini biasa digunakan untuk menghandle beberapa keadaan yang kondisional. Saya akan coba untuk memberikan contoh algoritmanya :

    if (tinggi > 180) {
    echo "Saya tinggi!";
    }
    else if (tinggi < 150) {
    echo "Saya pendek..";
    }
    else {
    echo "Tinggi saya normal.";
    }
  • Dari algoritma di atas, terdapat tiga kondisi. Kondisi “tinggi”, “pendek”, dan “normal”. Nah, algoritma if-else akan memeriksa setiap kondisi yang terjadi sedari awal. Kode akan dieksekusi hanya ketika kondisinya terpenuhi.

    Saya ambil contoh parameter masukan adalah tinggi 149. Pertama, parameter masukan akan dibandingkan dengan kondisi “tinggi”. Karena tidak sesuai, maka berlanjut ke kondisi berikutnya yaitu kondisi “pendek”. Pada kondisi ini, kondisi sudah sesuai (149 < 150, true!). Barulah algoritma tersebut menghasilkan keluaran pada browser berupa string yaitu “Saya pendek..”.

    Lalu apa perbedaan dengan algoritma switch-case?

  • Algoritma switch-case. Sama seperti halnya algoritma if-else, algoritma ini juga digunakan dalam masalah kondisional. Namun bedanya, algoritma ini terdiri dari beberapa blok yang terpisah.

    switch ($angka) {
    case 1 :
    echo "PERTAMAX!";
    break;
    case 2 :
    echo "KEDUAX!";
    break;

    case 3 :
    echo "KETIGAX!";
    break;

    default :
    echo "Nyimak aja nih..";
    }

    Langkah pertama, rutin algoritma akan memeriksa langsung dan mencari kondisi yang sesuai. Kode “break” digunakan untuk mengakhiri blok statement kondisi. Apabila kondisi telah sesuai, maka output langsung dapat dihasilkan dengan tanpa memeriksa kondisi lainnya. Setiap blok kode pun jelas dan tidak membingungkan setiap prosesnya. Namun, keefisienan algoritma ini hanya dapat dirasakan ketika kode-kode yang dituliskan telah memiliki jumlah yang banyak (kompleks). Algoritma yang terkandung pada aplikasi kalkulator belumlah kompleks, namun setidaknya kita memahami bagaimana alur logika pemrograman itu berjalan.

Oke, setelah memahami algoritma yang digunakan, saya akan coba paparkan variable yang berkaitan.

  • $satu = variable yang menampung nilai angka pertama (angka yang akan dihitung)
  • $dua = variable yang menampung nilai angka kedua (angka yang akan dihitung)
  • $hasil = variable yang memiliki nilai dari hasil operasi matematika $satu dengan $dua

Aplikasi kalkulator yang saya buat menggunakan kombinasi antara switch-case dan if-else. Algoritma tersebut dapat Anda dilihat pada postingan saya sebelumnya. Pada prinsipnya, algoritma ini akan menjalankan kondisi yang sesuai dengan parameter masukan. Dan beberapa baris kode yang ditujukan sebagai error handler.

Cekidot :
else if ($dua == 0) {
echo "Pembagi tidak boleh 0.";
$hasil = 'Syntax Error';

Keterangan : Error handler ketika penyebut bernilai 0.

Selanjutnya, setelah memahami algoritma dan variable-variable yang berkaitan, kita akan mempelajari bagaimana membangun antar muka dari aplikasi kalkulator tersebut dan bagaimana caranya “menyimpan” nilai yang dimasukan oleh pengguna.

Bersambung

5 thoughts on “Membuat Kalkulator Sederhana Menggunakan PHP Bagian 2

  1. Maaf baru balas pertanyaan dari saudari Hasna. Jadi begini, dalam algoritma itu kita mengenal suatu keadaan dimana terdapat kondisi-kondisi tertentu yang harus dipenuhi.

    Misal secara analogi bisa saya gambarkan:
    Kondisi pertama: “Apabila saya belajar maka saya pandai”.
    Kondisi kedua: “Apabila saya tidak belajar maka saya tidak pandai”.

    Nah,,dari analogi di atas menjelaskan bahwa kondisi yang harus dipenuhi agar saya “pandai” adalah ketika saya “rajin belajar”.

    Dalam contoh algoritma “kalkulator”, terdapat contoh dari penerapan kondisional dalam algoritma yang harus dipenuhi. Misal saja untuk menghasilkan keluaran dari hasil 5+3=8, maka kondisi yang harus dipenuhi salah satunya adalah ketika pengguna menekan tanda “+” pada halaman aplikasi. Apabila pengguna menekan tombol operasi lainnya, maka kondisional nya akan berubah. Seperti itulah maksud kondisional dalam sebuah algoritma, dan hal ini merupakan hal yang sangat mendasar.

    Sampai sejauh ini mudah-mudahan dapat membantu menjawab pertanyaannya yah.

    Silakan untuk mencoba aplikasi kalkulator yang telah kami kerjakan pada alamat berikut: http://demo.tibandung.com/kalkulator_php/

    Selamat mencoba dan selamat belajar. 🙂

  2. kalau pakai notepad++ gmiana donk, tapi dalam format php langsung
    itu sama aja atau tiadak kode yang abang buat di atas itu.. 🙂 mohon bantuaan nya ya bang
    heheheh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *