Pembaca SMS untuk Tunanetra

Alhamdulillah sampai ditulisan ini. Setelah bertapa beberapa bulan, akhirnya teknologi ini bisa saya kembangkan di perangkat handphone berbasis Symbian alias NOKIA walaupun baca dimana-mana sekarang Android mulai menggasak seluruh sistem operasi di handphone. Gapapa lah, karena ini kepentingan skripsi untuk penelitian jadi bebas aja mau ngembangin dimana juga. Oya sedikit informasi saja, saya terinspirasi dari kang Edwin Romel yang telah membuat aplikasi ini sebelumnya.

Latar belakangnya sih simpel aja, cuma bagaimana orang yang memiliki kekurangan fisik (tunanetra) dan yang cacat baca (butahuruf) bisa mengetahui isi dari SMS yang mungkin saat ini mengalami peningkatan dalam jumlah pengguna. Jadi di sistem ini, isi pesan SMS yang ada akan dibacakan oleh perangkat handphone. Simpel banget sih, cuma ini sangat berguna untuk orang yang membutuhkan.

Cara kerjanya bisa dilihat pada gambar dibawah ini :

Cara Kerja Pembaca SMS
Cara Kerja Pembaca SMS

Mobile Switching Center mengirimkan data berupa SMS dan masuk ke perangkat handphone. Setelah itu, proses Segmentasi SMS bertujuan untuk memecah isi pesan SMS menjadi beberapa kalimat dan kata. Proses stemming bertujuan untuk mendapatkan kata dasar dari suatu kata, dalam masalah ini misalkan kata ‘brjln’ akan dipisahkan menjadi ‘br’ dan ‘jln’, kata ‘jln akan dicari ke database dan menggantikannya dengan kata ‘jalan’, sedangkan kata ‘br’ akan digantikan dengan ‘ber’ sehingga kata ‘brjln’ akan digantikan menjadi ‘berjalan’. Database disini sangat berperan penting untuk menyempurnakan kata singkatan, jika kata yang dimaksud tidak terdapat dalam database, maka sistem akan memproses seadanya. Proses pemenggalan suku kata sangat berguna untuk proses pengucapan,dan pembangkitan prosodi untuk memberikan intonasi suara agar terdengar lebih alami. Untuk membangkitkan suara, digunakan speech engine synthesizer MBROLA dan menggunakan database suaranya pak Arry Akhmad Arman dosen Teknik Elektro ITB.

Untuk proses stemming tadi, jika kata dasar yang dimaksud tidak terdapat dalam database maka sistem akan membacakannya dengan mengeja, misalnya kata ‘kl’ akan disebutkan dengan ‘ka el’. Hal ini bertujuan untuk menghandle kata-kata SMS yang mungkin sering disebut alay 🙂 oleh kebanyaan orang.

Untuk hasil suara, terdengar sangat jelas dan memiliki nada bicara yang cukup jelas, dan bisa membedakan mana kalimat berita, kalimat perintah dan kalimat berita. Hanya saja waktu untuk eksekusi awal sampai keluarnya suara membutuhkan waktu yang sedikit lama, sekitar 10-15 detik tergantung dari panjang pendeknya isi pesan SMS.

Mungkin cukup dulu pembukanya hehe, software belum bisa dipublish karena belum rapi, maklum agak ngebut ngerjainnya. Semoga bisa memberikan pencerahan. Amin. 😀

One thought on “Pembaca SMS untuk Tunanetra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *